Berita

Materi Safety Talk Bekerja di Ketinggian

Materi Safety Talk Bekerja di Ketinggian

Blog Single

Pekerja mungkin memerlukan untuk bekerja dalam situasi pengangkatan atau bekerja pada ketingian misalnya memperbaiki AC, mengganti bola lampu, memperbaiki unit/ alat berat yang mempunyai ketinggian lebih dari 1,8 meter. Pekerjaan-pekerjaan tersebut membutuhkan proteksi untuk pekerja, karena pekerjaan yang dilakukan berada pada tempat yang tinggi  yang mempunyai resiko JATUH. 

Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan 2015, jumlah kecelakaan kerja mencapai 105.182 kasus. Dari total tersebut, kasus yang paling banyak terjadi adalah kecelakaan pekerja jatuh dari ketinggian. Kasus ini menjaga angka kecelakaan karena jatuh dari ketinggian selalu ‘juara’ nasional bahkan 3 tahun berturut-turut menjadi yang tertinggi.

Kondisi Bahya yang dapat menimbulkan kecelakaan ketika bekerja pada ketinggian

  • Perpindahan dari satu permukaan ke permukaan yang lain.
  • Permukaan tidak mampu untuk menyangga beban.
  • Terlepas dari pegangan.
  • Tepian permukaan yang tidak diberi pengaman / handrail.
  • Permukaan / platform yang licin atau bergerak.
  • Kondisi cuaca yang buruk.
  • Lubang terbuka yang tidak diketahui atau terlindungi
  • Sistem penahan jatuh dan alat pencegah yang tidak digunakan dengan benar.
  • Perlengkapan, alat – alat kerja, sampah yang ada di area kerja.
  • Faktor lain yang mungkin disebabkan adanya bahan kimia atau listrik.

Sebelum anda melakukan pekerjaan di ketingian maka pastikan anda mengetahui tugas tersebut dan mengetahui JSA dari pekerjaan tersebut serta pilihan pengendalian/pengontrolan resiko yang tepat seperti:

  1. Identifikasi bahaya dan penilaian resiko : yaitu mengidentifikasi bahaya (misalnya jatuh) dan menilai kemungkinan serta konsekuensi bahaya (misalnya cedera/meninggal)
  2. Eliminasi : yaitu menghilangkan kemungkinan untuk masuk ke area yang beresiko jatuh, misalnya dengan memindahkan kegiatan yang memerlukan pemeriksaan/perawatan ketempat yang tidak ada kemungkinan jatuh.
  3. Subtitusi : yaitu menyiapkan perlengkapan alternatif untuk akses ke tempat yang memang harus dilakukan denagn menghindari resiko jatuh misalnya tempat berjalan.
  4. Isolasi/Rekayasa Enjinering : yaitu menutup/menghalangi tempat yang mempunyai resiko jatuh.
  5. Perlindungan Jatuh : Yaitu menyiapkan Alat Pelindung Diri yang dapat mencegah bahaya jatuh atau mengurangi resiko jatuh yang lebih parah.

Related Posts: